Psikologi anak dan perkembangannya

Psikologi Anak dan Perkembangannya Dari Tahun ke Tahun

Psikologi anak dari usia ke usia berikutnya

Empritkaji.com – Anak adalah hadiah dari Tuhan Yang Maha Esa yang sangat berharga dan seakan tidak ada bandingannya dengan kekayaan kita yang lain. Maka dari itu, rata-rata orang tua kan melakukan apa saja dan mengeluarkan hartanya untuk membiayai anak kita agar tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang baik sesuai keinginan orang tua masing-masing.

Maka orang tua sangat perlu untuk mengetahui apa saja yang seharusnya untuk dilakukan agar keinginan orang tua pada buah hatinya bisa terwujud sesuai dengan keinginan kita.

Perlu untuk diketahui oleh para orang tua juga bahwa proses tumbuh kembang balita merupakan momen istimewa bagi anak yang penuh dengan berbagai peristiwa yang menakjubkan pada masa-masa ini. Orang tua baik bapak atau ibu juga memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan atau tidaknya setiap tahap perkembangan psikologi anak pada usia dini di masa prasekolah.

Perhatian pada anak kita dan pemberian stimulasi yang tepat di periode ini akan memberikan pengaruh terhadap kehidupan si kecil di masa depan mereka. Selama periode ini berlangsung pada si buah hati kita, segala aspek perkembangan yang terjadi pada anak akan berlangsung sangat pesat, mulai dari aspek fisikmotorik, kognitif atau intelektual, psikologis, sosial, bahasa, moral, hingga keagamaan akan terjadi pada pereode ini.

Penting untuk dipahami bagi para orang tua juga bahwa proses perkembangan yang pesat ini hanya akan terjadi pada rentang usia 0-8 tahun. Maka dari itu, kita sebagai orang tua sebisa mungkin memaksimalkan dalam mendukung tumbuh kembang anak pada rentang usia 0-8 tahun ini.

Maria Montessori seorang ahli pendidikan anak, mempunyai pendapat bahwa usia 3-6 tahun adalah masa yang terbilang sensitif bagi tumbuh kembang anak. Menurut Maria Montessori ini, anak yang berada pada periode ini perlu untuk mendapatkan rangsangan dan pengarahan yang tepat agar perkembangannya bisa berjalan baik.

Dalam hal perkembangan berbicara anak, misalnya jika anak tidak mendapat stimulasi atau rangsangan yang tepat di periode ini, maka kemampuan berbahasa anak akan bisa terhambat. Akibatnya, anak tersebut yang tidak mendapatkan stimulasi tepat akan mengalami kesulitan dalam melanjutkan proses perkembangan pada fase selanjutnya.

Psikologi Anak Usia Dini dan Perkembangannya

Psikologi anak perlu untuk diperhatikan

Pada awal kehidupannya, si kecil tentu saja akan bergantung pada ibu untuk memenuhi segala kebutuhannya. Seiring dengan bertambahnya usia si kecil ini, ibupun akan melatih anaknya untuk menjadi pribadi yang lebih mandiri, terutama dalam hal pemenuhan kebutuhannya sehari-hari seperti contohnya makan, minum, buang air kecil dan besar, berpakaian, dan lain-lain yang mungkin untuk dikerjakan sendiri oleh anak.

Selain itu, dengan cara melatihnya demikian maka perkembangan personal atau perkembangan psikologi anak pun dengan sendirinya akan turut mengalami perkembangan dan tentu akan sangat perlu bagi perkembangan anak di fase berikutnya.

Erik Erikson yang merupakan seorang ahli psikoanalisis berasal dari Jerman, membagi tahap perkembangan jiwa manusia itu ke dalam delapan tahap perkembangan. Tiga tahap pertama akan berlangsung di masa kanak-kanak yaitu sekitar usia 0-6 tahun dan sangat dipengaruhi oleh bimbingan dan dukungan orang tua mereka.

Berikut adalah tahap perkembangan psikologi anak usia dini yang akan terjadi dari tahun ke tahun menurut Erik Erikson:

1. Trust vs Mistrust yaitu usia 0-1 tahun

Psikologi anak pada usia 0-1 tahun

Perkembangan psikologi anak yang akan berlangsung di tahap ini adalah tentang pengembangan rasa percaya diri pada anak. Pada awal kehidupannya, bayi akan sangat tergantung pada pengasuh utamanya yaitu orang tua, nenek, babysitter, dan sebagainya. Ia akan mulai belajar untuk mempercayai lingkungannya melalui pengalaman-pengalaman yang berkaitan dengan pemenuhan berbagai kebutuhan dasarnya.

Rasa percaya atau disebut trust tersebut akan timbul saat bayi itu merasa kebutuhan dasarnya telah dipenuhi oleh pengasuh utamanya, baik itu dalam hal biologis maupun kasih sayang yang diperlukan bayi. Bayi yang sering diperhatikan atau mendapatkan kebutuhan dasarnya seperti disentuh dan dipeluk akan merasa aman, nyaman dan selalu merasa terlindungi.

Sebaliknya, bayi yang jarang mendapatkan perhatian seperti disentuh atau dipeluk akan merasa dirinya tidak diperhatikan dan kebutuhan dasarnya merasa tidak dipenuhi oleh pengasuh utamanya. Hal ini akan membentuk rasa tidak percaya atau mistrust terhadap orang-orang yang ada di dekatnya dan merasa dunia ini adalah tempat yang kejam untuk tumbuh dan berkembang.

2. Autonomy vs Shame and Doubt yaitu usia 2-3 tahun

Psikologi anak pada usia 2-3 tahun

Memasuki usia 1 tahun, anak biasanya sudah mengembangkan rasa yang disebut dengan trust ini ataupun mistrust terhadap pengasuh utamanya. Perasaan ini juga akan turut mempengaruhi perkembangan pada psikologi anak serta proses perkembangan motorik dan kognitif anak yang biasa berlangsung pada fase batita.

Di tahapan usia ini, si kecil memang cenderung memiliki hasrat untuk belajar atau eksplorasi yang sangat tinggi. Anak yang mempercayai dan yakin ke pengasuhnya akan merasa lebih percaya diri dalam mengeksplorasi lingkungan maupun kemampuannya, dibandingkan dengan anak yang tidak percaya pada pengasuhnya.

Sebagai pengasuh utama, sepatutnya orang tua perlu untuk memberikan kesempatan kepada anaknya agar melalui proses tersebut sesuai dengan cara dan keinginan anak. Bila orang tua sudah berhasil dalam mendorong anak untuk bereksplorasi sambil disertai dengan pemberian pengawasan yang cukup dan bijaksana, maka anak akan mampu mengembangkan sifat mandiri atau autonomy.

Sebaliknya, anak yang terlalu banyak dilarang melakukan sesuatu akan merasa tidak percaya diri dan selalu merasa ragu-ragu akan kemampuan yang dimilikinya sendiri atau disebut shame and doubt. Ia juga akan cenderung merasa kesulitan untuk bertahan hidup dan tidak percaya dengan lingkungan sekitarnya.

3. Initiative vs Guilt yaitu 4-5 tahun

Psikologi anak perlu perhatian orang tua

Perkembangan psikologi anak yang akan terjadi pada tahap ini adalah melibatkannya kegiatan sosialisasi yang lebih intens. Pada tahap usia ini, si anak biasanya sudah mulai memasuki playgroup atau sekolah TK dan mulai mengenal dunia yang lebih luas lagi di luar rumah dan keluarga. Tidak heran jika si anak kemudian akan menjadi senang bertanya mengenai segala sesuatu hal sehingga terkesan cerewet dan banyak tanya.

Sikap banyak bertanya yang dilakukan anak ini merupakan hal yang positif dan menandakan anak tersebut tertarik untuk bereksplorasi. Anak akan merasa dirinya sudah mampu untuk melakukan sejumlah aktivitas tanpa terikat dengan orang tuanya.

Dalam menghadapi anak pada fase ini, ibu sebaiknya untuk bersikap bijaksana, antara lain dengan cara memberikan waktu untuk menjawab berbagai pertanyaan anak atau mendukung si kecil untuk bereksperimen.

Baca juga:

Dengan begitu, si anak akan bisa mengembangkan kemampuan dalam mengambil inisiatif, baik dalam hal memilih suatu tindakan maupun dalam menghadapi masalah yang ada di sekitarnya atau initiative. Anak yang sering dilarang untuk bermain atau dimarahi orang tua karena banyak bertanya maka akan merasa bersalah atau guilt dan mudah gelisah.

Para ibu tentu ingin sekali s kecil bisa tumbuh menjadi pribadi yang baik dan diterima dalam lingkungannya. Agar tahap perkembangan psikologi anak bisa berlangsung dengan optimal, maka ibu perlu memahami segala karakteristik dan dunia anak kita.

Mulailah untuk mengenali pribadi si kecil kita dengan baik dan jadilah sahabat terdekat bagi mereka. Dengan begitu, ibu akan dapat memberikan bimbingan pada si kecil yang memadai untuk mendukung tumbuh kembang anak kita nantinya.

Semoga bermanfaat …

Leave a Comment

error: Copy Paste itu DOSA !!