Jalan-jalan atau piknik yang menyenangkan

Ajak Pasangan dan Keluarga Jalan-jalan Agar Terhindar Dari Penyakit Berbahaya Berikut

Piknik ke pantai

Empritkaji.com – Sebutan ‘kurang piknik’ dewasa ini sering kita dengar atau muncul dan dapat dilihat di media sosial. Nyatanya pada saat ini banyak generasi milenial memang banyak dari mereka yang tidak memanfaatkan waktu cuti. Sebuah penelitian dari Allianz Global Assistance pada bulan Agustus 2017 telah menemukan 48 persen pekerja pada generasi milenial di negara Amerika Serikat tidak menggunakan cuti tahunan yang didapatnya.

Surve sebelumnya yang dilakukan oleh Allianz Global Assistance ini juga menemukan kalau 53 persen penduduk negara Amerika Serikat sama sekali mereka tidak berwisata selama sepanjang tahun. Ada 37 persen dari penduduk yang mengaku tidak pernah melakukan berwisata selama dua tahun.

Tidak pernah berwisata alias kurang jalan-jalan atau piknik ini juga berbahaya. Penelitian dari Psychology Today telah mengungkapkan jika dari 81 persen pekerja di posisi manajerial setuju dengan melakukan liburan untuk mengurangi kelelahan kerja. Efek dari kelelahan kerja ini jika tidak diperhatikan dapat berujung pada masalah mental yang serius.

Bekerja untuk memenuhi segala kebutuhan sehari-hari, mengejar karier, menabung, dan lain-lain memang menjadi hal yang sangat penting. Namun terlalu asik dalam bekerja dapat membuat kita lupa akan pentingnya rekreasi untuk merefresh otak kita. Tahukah Anda bahwa jika seseorang kurang piknik dan aktivitas fisik dapat memicu dan meningkatkan resiko akan terjadinya masalah mental atau kejiwaan seperti berikut ini:

1. Gejala Psikosomatis

Pernahkah kita merasa sakit perut, sakit kepala, atau bahkan kaki yang terasa sangat sakit namun ketika dilakukan pemeriksakan ke dokter tidak ada tanda penyakit yang melanda di tubuh kita? Hati-hati mungkin saja itu kita sedang dilanda penyakit yang disebut dengan gejala penyakit Psikosomatis.

Psikosomatis adalah penyakit berupa keluhan fisik yang disebabkan atau diperburuk oleh faktor psikologis atau pikiran. Kata psikosomatis itu sendiri berasal dari kata pyscho yang berarti pikiran dan soma yang berarti tubuh atau fisik. Bahkan ada istilah khusus untuk penyakit ini yang untuk menamai kondisi seperti ini dengan sebutan “penyakit pikiran”, karena setiap keluhan yang muncul ketika seseorang memiliki beban pada pikiran, stress, dan sebagainya.

Gejala penyakit seperti ini macam-macam dari munculnya jerawat pada wajah yang tidak kunjung hilang hingga kaki dan tubuh kita yang terasa tidak bertenaga bahkan jantung terasa berdebar-debar cepat padahal saat melakukan pemeriksaan fisik ke dokter, hasilnya tubuh tersebut dalam keadaan normal dan sehat wal afiat. Hati-hati, mungkin ini bisa saja menjadi istilah barau “Di dalam tubuh yang sehat, tidak terdapat jiwa yang sehat.

2. Tekanan Darah Tinggi dan Jantung

Kurang piknik menyebabkan tekanan darah tinggi

Kurang sehatnya jiwa bisa juga dapat memperburuk penyakit fisik seseorang seperti gangguan pada kulit atau psoriasis dan eksema, tekanan darah tinggi, kencing manis dan bahkan penyakit jantung karena jiwa yang tidak dalam keadaan sehat tersebut bisa saja mempengaruhi kesehatan fisik kita.

Psikosomatis ini disebabkan karena kondisi jiwa yang kurang sehat atau jiwa yang kurang piknik. Jiwa yang kurang sehat atau kurang piknik itu disebabkan oleh rasa tertekan dalam jiwa, beratnya pikiran, suntuknya hati yang kemungkinan juga disebabkan oleh banyak hal dan menumpuknya pekerjaan, putus cinta dan tekanan batin.

Baca juga:

Namun tidak perlu kita takut karena salah satu obat Psikosomatis ini tergolong mengasyikan yaitu dengan pergi piknik. Dan obat piknik yang ampuh bagi kita adalah dengan membaca artikel berikut supaya piknik kamu jadi lebih asik dan tahu anda saat ini pada keadaan yang bagaimana.

Dengan piknik, kita bisa membuka pikiran ke alam bebas, melepaskan sejenak segala kepenatan kantor dan kesibukan dengan melihat alam sekitar kita, kehijauan, perayaan keagamaan atau keindahan pantai atau bahkan bagi yang mampu bisa pergi ke Eropa untuk melihat bangunan di Eropa.

3. Depresi

Orang yang kurang piknik atau jalan-jalan biasanya merasakan kejenuhan yang sangat karena ritinitas kerja atau kegiatan lain. Parahnya lagi kegiatan itu selalu sama dan di kerjakan di dalam ruangan yang kurang interaksi dengan orang lain maupun tempat lain.

Kondisi yang seperti ini akan memunculkan kejenuhan, stress dan depresi jika tidak diimbangi dengan kegiatan refresing seperti jalan-jalan atau piknik.

4. Obesitas

Jalan-jalan adalah kegiatan yang menyenangkan dan melibatkan gerak fisik. Jika seseorang kurang melakukan olah fisik dan menerapkan pola hidup yang tidak sehat, maka tidak menutup kemungkinan banyak penyakit yang hinggap termasuk kegemukan yang berlebihan atau obesitas.

Sedangkan bila kita aktif secara fisik dan rutin untuk melakukan rekreasi maka akan mampu mengurangi risiko penyakit-penyakit kronis seperti depresi, Alzheimer, diabetes, hipertensi, osteoporosis, dan penyakit jantung.

Baca juga:

Jika jenuh untuk melakukan olah raga yang itu-itu saja, kita bisa menyiasati dengan melakukan piknik. Disamping menikmati pemandangan, dengan jalan-jalan atau piknik kita bisa melatih tubuh kita agar tetap bergerak dan berkeringat. Dengan begitu obesitas tidak akan terjadi pada tubuh kita diimbangi dengan pola hidup yang sehat,

5. Alzheimer

Banyak kegiatan dan banyak pikiran karena kurang piknik tentu akan bisa mengurangi daya konsentrasi kita bahkan sering mengalami lupa. Alzheimer atau kita menyebutnya dengan “Pikun” bisa saja terjadi bagi mereka yang tidak memperhatikan kondisi pikirannya.

Silahkan melakukan refreshing untuk menyegarkan kembali otak anda dan terhindar dari sakit alzheimer ini.

Tanda-tanda Seseorang Kurang Piknik

Jika kita mengalami salah satu tanda-tanda seperti di bawah ini, bisa saja itu disebabkan karena kita kurang piknik:

1. Selalu Merasa Negatif

Merasa bosan dan kurang motivasi untuk menyelesaikan pekerjaan kita adalah salah satu tanda kurang piknik. Tanda lainnya adalah kehidupan pribadi kita terpengaruh oleh masalah pekerjaan.

2. Sakit-sakitan

Sakit adalah bisa disebabkan karena kurang jalan-jalan atau piknik

Terlalu lelah atau cemas karena beban dan banyak pekerjaan dapat berpengaruh kepada keseimbangan hormon tubuh dan kesehatan fisik. Biasanya pada sakit punggung, mata lelah, sakit kepala, sakit lambung, sakit di bagian dada kita paling sering dirasakan oleh orang yang mengalami kelelahan kerja. Periksakan diri ke dokter segera dan jangan lupa coba cek juga kapan terakhir kali liburan.

3. Susah Tidur

American Psychological Association telah melaporkan sepertiga dari kaum milenial tidak mendapat tidur cukup selama delapan jam per hari karena tidak ada waktu. Sepertiga lainnya adalah karena mereka mengaku sulit tidur karena terlalu banyak yang dipikirkan.

4. Sering Salah Saat Bekerja

Fokus kerja yang berkurang karena lantaran kondisi stres dapat mempengaruhi performa kerja kita. Sering salah saat kita bekerja juga akan menjadi tanda kurang piknik juga.

5. Pelarian yang Tidak Sehat

Jika Anda merasa sulit untuk bersantai, dalam kondisi perlu makanan cepat saji atau minuman alkohol bisa jadi Anda butuh rehat dan melakukan wisata.

6. Masalah Kecil Jadi Besar

Orang yang sering membuat masalah kecil jadi besar, mudah merasa tersinggung juga bisa jadi itu tanda lain dari kurang wisata.

7. Kerja Mempengaruhi Kehidupan Pribadi

Pekerjaan yang dapat mempengaruhi kehidupan pribadi, hubungan dengan orang terdekat kita, mengurungkan niat terhadap hobi yang sering kita lakukan, dan aktivitas lain adalah tanda bahwa kita butuh piknik.

Sebaiknya anda menjadwalkan dengan pasangan bahkan keluarga untuk piknik berwisata agar kondisi pikiran kita tetap terjaga. Anda bisa menjadwalkannya sesuai dengan kondisi keuangan dan kegiatan anda.

“Ojo Lali Bahagia”, semoga bermanfaat …

Leave a Comment

error: Copy Paste itu DOSA !!