Gaya kepemimpinan yang perlu diketahui

Gaya Kepemimpinan dalam Organisasi Berdasarkan Teori Kepemimpinan

Gaya kepemimpinan dalam organisasi

Empritkaji.com – Ada setidaknya sembilan jenis gaya kepemimpinan dalam organisasi berdasarkan teori kepemimpinan yang biasanya diimplementasikan dalam organisasi. Berikut sembilan gaya kepemimpinan tersebut yang dapat kita praktekkan nanti berdasarkan teori kepemimpinan yang dapat menambah wawasan kita tentang kepemimpinan dalam organisasi yang kita pimpin nanti.

Pemimpin adalah individu yang bertugas melakukan proses untuk mempengaruhi sebuah kelompok atau organisasi untuk mencapai suatu tujuan yang telah disepakati bersama dalam organisasi tersebut, sedangkan kepemimpinan adalah sifat yang diterapkan oleh individu yang bertindak sebagai pemimpin organisasi tersebut untuk mempengaruhi anggota kelompoknya dalam mencapai sasaran dan tujuan yang telah disepakati bersama.

Teori Kepemimpinan

Setidaknya ada tiga teori untuk kita ketahui tentang asal-usul terbentuknya seorang pemimpin, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Teori Genetik

Menyatakan bahwa seorang pemimpin itu terlahir dengan bakat yang yang sudah ada sebelumnya terpendam di dalam diri seseorang.

2. Teori Sosial

Menyatakan bahwa seseorang atau pemimpin tersebut dapat menjadi pemimpin melalui latihan, kesempatan dan proses pendidikan.

3. Teori Ekologis

Teori ini merupakan gabungan dari 2 (dua) teori di atas yaitu teori genetik dan teori sosial.

Sifat-sifat Pemimpin

Gaya kepemimpinan dan sifat pemimpin

Beberapa sifat yang biasanya ada dan melekat pada diri seorang pemimpin, diantaranya adalah sebagai berikut ini:

1. Intelejensi

Kemampuan bicara pemimpin, menafsir, dan bernalar yang lebih kuat daripada para anggota yang dipimpin dalam organisasinya. Kemampuan ini sebaiknya ada pada pemimpin karena seorang pemimpin dituntut untuk mampu dalam mengatasi berbagai kemungkinan yang ada di atas dari anggotanya.

2. Kepercayaan Diri

Keyakinan akan kompetensi dan keahlian yang dimiliki. Kepercayaan diri seorang pemimpin akan sangat diperlukan dalam memimpin dan membawa organisasinnya tetap berjalan baik dan maju.

3. Determinasi

Hasrat untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang meliputi ciri seperti contohnya berinisiatif, kegigihan, mempengaruhi, dan cenderung menyetir.

4. Integritas

Kualitas kejujuran dan dapat dipercaya oleh para anggota yang dipimpinnya. Sifat ini sangat penting bagi pemimpin dalam menjalankan roda organisasi dan memimpin anggotanya.

5. Sosiabilitas

Kecenderungan seorang pemimpin untuk menjalin hubungan yang menyenangkan, bersahabat, ramah, sopan, bijaksana, dan diplomatis dengan anggota dan pihak lain. Menunjukkan rasa yang sensitif terhadap kebutuhan orang lain dan perhatian atas kehidupan mereka atau bisa dikatakan seorang pemimpin bisa mengayomi anggotanya.

Keahlian Administratif Dasar Seorang Pemimpin

Keahlian secara administratif dasar bagi seorang pemimpin adalah:

1. Keahlian Teknis

Kompetensi khusus pada bidang tertentu, kemampuan analitis dan menggunakan alat serta teknik yang tepat dalam menghadapi kemungkinan.

2. Keahlian Manusia

Adalah kemampuan bekerja sama dengan orang lain secara mandiri atau kelompok.

3. Keahlian Konseptual

Keahlian konseptual adalah kemampuan bekerja dengan berbagai gagasan dan konsep.

Gaya Kepemimpinan dalam Organisasi

Pasti kita pernah melihat pada seseorang yang mampu dalam mengakomodasi sebagian besar orang dengan berbagai macam latar belakang yang ada seperti budaya, kompetensi, ide, pendidikan untuk dapat bekerja sama demi menuju sebuah tujuan tertentu dengan baik.

Setidaknya ada sembilan gaya kepemimpinan yang berbeda antara satu dengan yang lain yang diterapkan oleh seorang pemimpin agar setiap anggotanya bersedia untuk bekerja sesuai arahannya. Berikut ini adalah sembilan gaya kepemimpinan tersebut yang bisa kita pelajari kemudian kita praktekkan:

1. Kepemimpinan Otokratis

Gaya kepemimpinan otokratisPada gaya kepemimpinan ini, pemimpin sangat dominan dalam setiap pengambilan keputusan dan setiap kebijakan, peraturan, prosedur yang diambil dari idenya sendiri. Kepemimpinan dari jenis ini memusatkan kekuasaan pada dirinya pemimpin sendiri. Ia membatasi atau menutup inisiatif dan daya pikir dari para anggotanya.

Pemimpin yang sifatnya otoriter tidak akan memperhatikan kebutuhan dari anggota bawahannya dan cenderung berkomunikasi satu arah yaitu dari atas atau pemimpin ke bawah yaitu kepada anggotanya. Jenis kepemimpinan ini biasanya akan dapat kita temukan di akademi kemiliteran dan kepolisian.

2. Kepemimpinan Birokrasi

Gaya kepemimpinan Birokrasi ini biasa diterapkan dalam sebuah perusahaan dan akan efektif apabila setiap karyawan dapat mengikuti setiap alur prosedur dan melakukan tanggung jawabnya secara rutin setiap hari.

Tetap saja dalam gaya kepemimpinan jenis ini tidak ada ruang bagi para anggota untuk melakukan suatu inovasi karena semuanya sudah diatur dalam sebuah tatanan prosedur yang harus dipatuhi oleh setiap lapisan dalam organisasi tersebut.

3. Kepemimpinan Partisipatif

Dalam gaya kepemimpinan partisipatif ini, ide dapat mengalir dari bawah (anggota) karena posisi kontrol atas pemecahan suatu masalah dan pembuatan atau pengambilan keputusan dipegang secara bergantian.

Pemimpin akan memberikan ruang gerak bagi para bawahan untuk dapat berpartisipasi dalam pembuatan suatu keputusan serta adanya suasana persahabatan yang harmonis dan hubungan saling percaya antar pimpinan dan anggotanya.

4. Kepemimpinan Delegatif

Gaya kepemimpinan jenis Delegatif ini biasa disebut dengan istilah Laissez-faire yaitu dimana seorang pemimpin akan memberikan kebebasan secara mutlak kepada para anggotanya untuk bisa melakukan suatu tujuan dengan cara mereka masing-masing. Pemimpin cenderung membiarkan pengambilan keputusan dibuat oleh siapa saja dalam kelompok tersebut sehingga terkadang membuat semangat kerja tim pada umumnya akan menjadi rendah.

Jenis kepemimpinan ini akan sangat merugikan apabila para anggota dalam organisasi tersebut belum cukup matang dalam melaksanakan tanggung jawabnya dan memiliki motivasi yang tinggi terhadap pekerjaan.

Namun sebaliknya bisa saja dapat menjadi boomerang bagi perusahaan apabila memiliki karyawan atau anggota yang bertolak belakang dari pernyataan sebelumnya.

5. Kepemimpinan Transaksional

Gaya kepemimpinan transaksional

Kepemimpinan jenis transaksional ini cenderung ditandai dengan adanya aksi transaksi antara pemimpin dan anggota bawahannya yang dimana seorang pemimpin tersebut akan memberikan reward kepada anggotanya ketika bawahan tersebut berhasil melaksanakan suatu tugas yang telah diselesaikan dengan baik sesuai kesepakatan. Pemimpin dan bawahan pada gaya kepemimpinan jenis ini memiliki tujuan, kebutuhan dan kepentingan masing-masing.

6. Kepemimpinan Transformasional

Gaya kepemimpinan transformasional ini dapat menginspirasi perubahan yang positif pada mereka yaitu anggota yang mengikuti. Para pemimpin dengan gaya jenis ini memperhatikan dan terlibat secara langsung dalam proses termasuk dalam hal membantu para anggota kelompok untuk berhasil menyelesaikan tugas mereka yang dibebankan.

Seorang pemimpin akan cenderung memiliki semangat yang positif untuk para anggota bawahannya sehingga semangat dari pemimpin tersebut akan dapat memberikan pengaruh yang besar pada para anggotanya untuk lebih energik lagi. Pemimpin jenis ini akan sangat mempedulikan kesejahteraan dan kemajuan setiap anak buahnya.

7. Kepemimpinan Melayani atau Servant

Hubungan yang terjalin antara pemimpin yang melayani dengan para anggotanya pada gaya kepemimpinan ini berorientasi pada sifat melayani dengan standar moral spiritual. Pemimpin yang melayani akan lebih mengutamakan kebutuhan, kepentingan dan aspirasi dari para anggota daripada kepentingan pribadinya sendiri.

8. Kepemimpinan Karismatik

Pemimpin yang karismatik akan memiliki pengaruh yang sangat kuat atas para pengikutnya oleh karena karisma dan kepercayaan diri yang ditampilkan oleh pemimpin tersebut. Para pengikut cenderung akan mengikuti pemimpin yang karismatik karena kagum dan secara emosional bisa percaya dan ingin berkontribusi bersama dengan pemimpin yang karismatik tersebut.

Baca juga:

Karisma dari seorang pemimpin tersebut bisa timbul dari setiap kemampuan yang mempesona yang pemimpin miliki terutama dalam hal meyakinkan setiap para anggotanya untuk dapat dan mau mengikuti setiap arahan yang pemimpin inginkan.

9. Kepemimpinan Situasional

Pemimpin yang menerapkan jenis kepemimpinan situasional ini lebih sering menyesuaikan setiap gaya kepemimpinan yang ada dengan tahap perkembangan para anggota yakni sejauh mana kesiapan dari para anggota untuk melaksanakan setiap tugas yang diberikan.

Gaya kepemimpinan situasional akan mencoba mengkombinasikan proses kepemimpinan dengan situasi dan kondisi yang ada pada organisasi.

Setidaknya ada 4 gaya yang bisa diterapkan oleh pemimpin jenis ini, diantaranya adalah:

  • Telling-Directing yaitu memberitahu, menunjukkan, memimpin, menetapkan
  • Selling-Coaching yaitu menjual, menjelaskan, memperjelas, membujuk
  • Participating-Supporting yaitu mengikutsertakan, memberi semangat, kerja sama
  • Delegating yaitu mendelegasi, pengamatan, mengawasi, penyelesaian.

 

Semoga bermanfaat …

Leave a Comment

error: Copy Paste itu DOSA !!